Tuesday, December 25, 2012

Tulisan 13 ( Bahasa Indonesia 2 )



Nama              :  Moh. Taufik Syam Amir
Kelas                :  3EB20
NPM                :  24210143



Akuntansi Perusahaan Jasa





AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menyediakan berbagai pelayanan kepada anggota masyarakat yang memerlukan. Beberapa contoh Bidang-Bidang dalam Usaha Jasa ialah:

a.       Transportasi : Perusahaan taksi dan bis, dan lain-lain.
b.      Komunikasi : Pengusaha wartel, penerbit surat kabar, dan lain-lain.
c.       Persewaan : Per sewa gedung pertemuan, alat-alat berat.
d.      Keahlian : Penjahit, salon kecantikan, dan lain-lain.e) Profesi : Notaris, Biro konsultan, dan lain-lain.

Perusahaan Jasa memiliki Ciri-Ciri sebagai berikut.

a.       Kegiatan usahanya selalu membantu orang lain / badan lain dengan menerima balas jasa.
b.      Pembelian barang oleh perusahaan jasa (bahan habis pakai / perlengkapan dan peralatan) tidak untuk diolah atau dijual kembali tetapi untuk memberikan pelayanan kepada pemakai jasa.
c.       Pendapatannya diperoleh dari penjualan jasa.
d.      Laba usaha diperoleh dari pendapatan jasa dikurangi dengan biaya-biaya usaha.

TAHAP – TAHAP SIKLUS AKUNTANSI

1.      Tahap Pencatatan

Siklus akuntansi dimulai dengan adanya suatu transaksi / kejadian yang harus dicatat. Tahap pencatatan meliputi pencatatan-pencatatan dalam bukti transaksi / bukti pembukuan, jurnal, dan buku besar.

a.       Transaksi, yaitu tindakan yang mengakibatkan perubahan aktiva / kewajiban dan ekuitas /modal yang berhubungan dengan pihak luar.
Contoh :
§  Pembelian barang, perlengkapan, dan peralatan
§  Penjualan barang atau jasa
§  Pembayaran utang usaha
§  Pembayaran beban sewa, gaji
§  Penerimaan pendapatan, piutang usaha

b.      Kejadian, yaitu tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (transaksi intern).
Contoh :
§  Penyusutan aktiva tetap
§  Pemakaian perlengkapan
§  Pembentukan cadangan piutang tak tertagih

2.      Tahap Pengikhtisaran

a.       Memproses hasil pencatatan selama periode akuntansi dan menyesuaikannya dengan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
b.      Tahap ini meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian, penutupan buku besar, dan neraca sisa setelah penutupan.

3.      Tahap Pelaporan

a.       Penyusunan laporan keuangan yang bersumber dari hasil pengikhtisaran.
b.      Pembuatan laporan keuangan berdasarkan akun – akun buku besar.
c.       Laporan keuangan dapat disusun setelah membuat penyesuaian dan memasukkannya ke dalam akun buku besar atau setelah menyusun kertas kerja.

PENCATATAN DALAM BUKTI TRANSAKSI

Bukti Transaksi

Sumber bukti pencatatan dapat dibedakan menjadi :

1.   Bukti Intern, merupakan bukti pencatatan transaksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan itu sendiri. Misalnya, memo pencatatan antarbagian atau manajer dengan bagian-bagian yang ada di perusahaan.

2.      Bukti Ekstern, adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak di luar perusahaan.
a.       Faktur
Adalah bukti pembelian / penjualan barang secara kredit.
b.      Kuitansi
Adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.
c.       Nota Kontan
Adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai.
d.      Nota Kredit
Adalah nota yang dibuat perusahaan sehubungan barang yang dijual tidak cocok dengan pesanan / rusak.
e.       Cek
Adalah surat perintah bayar kepada bank sebesar jumlah uang yang tercantum dalam cek tersebut kepada seseorang atau orang yang membawa cek tersebut.

Analisis Bukti Pencatatan
 
Setiap bukti transaksi yang akan dicatat ke dalam jurnal perlu dianalisis terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis transaksi : 

a.       Tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
b.      Tentukan perkiraan apa saja yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut.
c.       Tentukan debet / kredit dari akun yang bersangkutan.
d.      Tentukan jumlah yang harus didebet / dikredit. 

Hal ini merupakan penerapan sistem pembukuan berpasangan, yaitu setiap transaksi yang terjadi akan dicatat dalam dua sisi, sehingga jelas pengaruhnya terhadap harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya.
Prinsip utama sistem ini adalah setiap transaksi akan dicatat dengan mendebet / mengkredit dari satu unit atau lebih dengan jumlah yang sama.

Jurnal

Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.
Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai “the book of original entry”.

Buku Besar

Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari akun – akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan.

JURNAL UMUM

a.     Pengertian Jurnal Umum

Jurnal umum adalah buku untuk mencatat analisis tiap transaksi secara kronologis atau beraturan sesuai dengan tanggal kejadian. Jurnal umum perlu dibuat untuk menjaga keseimbangan perkiraan didalam buku besar, serta untuk menghindari terjadinya kesalahan didalam mendebit dan mengkredit perkiraan-perkiraan.

b.     Prosedur Jurnal Umum

Prosedur jurnal umum dibagi atac beberapa macam:

a. Setiap lembar jurnal harus diberi nomor halaman untuk memudahkan penelusuran transaksi dari perkiraan ke jurnal.
b. Tahun pembuatan jurnal harus dicantumkan pada awal lembar jurnal sebelah kiri atas.
c. Tanggal dan bulan dicatat pada kolom “ Tanggal “ dan harus berurutan sesuai dengan transaksinya.
d. Perkiraan yang didebit ditulis menepi kekiri pada kolom uraian.
e. Perkiraan yang dikredit ditulis menepi kekanan pada kolom uraian.
f. Jumlah yang didebet ditulis pada kolom debit.
g. Jumlah yang dikredit ditulis pada kolom kredit.
h. Untuk setiap jurnal dibuat garis penutup yang memisahkannya dengan jurnal lain.
i. Kolom referensi akan berguna sebagai referensi silang.


Posting

Setelah pencatatan kedalam jurnal selesai, maka tahap selanjutnya adalah memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal kebuku besar. Pemindahan catatan dari jurnak kebuku besar ini disebut Posting.

Kegiatan posting memerlukan 4tahap, yaitu:

1.      Pembuatan rekapitulasi jurnal
2.      Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
3.      Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan.
4.      Pengembalian rekening terhadap arsip pada urutannya semula.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemindahbukuan kebuku besar adalah sebagai berikut.

a.       Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal kelajur akun yang bersangkutan.
b.      Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal kelajur debet atau kredit akun yang bersangkutan.Jika menggunakan bentuk akun yang ada kolom sisanya maka langsung dihitung sisanya.
c.       Catat nomor kode akun kedalam kolom referensi jurnal sebagi tanda jumlah jurnal telah dipindahkan kebuku besar.
d.      Catat nomor halaman jurnal kedalam kolom referensi buku besar setiap pemindahbukuan terjadi.
e.       Penjelasan singkat dalam kolom “keterangan” dapat dipindahkan kekolom yang sama diperkiraan.Kebanyakan penjelasan ini diabaikan. .

Neraca Saldo
 
Adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian.

No comments:

Post a Comment